Selim begitu gelisah malam ini. Beberapa kali ia mengubah posisi di atas ranjang king size miliknya agar ia bisa tidur nyenyak. Namun, tetap saja matanya sulit diajak kompromi. Ia pun segera keluar dari kamarnya untuk meneguk air dingin karena kerongkongannya tiba-tiba yang terasa kering. "Alara," lirih Selim. Saat ia membuka pintu, ia mendapati Alara sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Ia menengok jam dinding tepat di belakang Alara. Matanya membulat seketika. "Sudah jam segini dan kamu belum tidur?" tanya Selim. Suara Selim cukup keras dan membuat Alara terkejut. "Ya Allah, Pak! Jam segini malah ngagetin orang yang lagi belajar!" sungut Alara. Selim terkekeh tanpa rasa bersalah. Ia bergegas ke dapur untuk mencari air dingin. Alara masih sibuk menuliskan laporan praktikum yang akan

