BAB 31

2174 Words

Kamar Kafka dan Yusuf itu sama-sama di lantai dua, tepatnya di kanan dan di kiri kamar ayahnya. Pak Alhusayn sudah ke ruang makan terlebih dahulu, sementara Kafka dan Yusuf malah sama-sama memperlambat waktu untuk keluar karena merasa canggung. Niat hati ingin datang paling akhir, mereka malah keluar dari kamar bersamaan. Mereka sempat bertatapan sekilas, tapi sama-sama membuang muka karena merasa canggung. Yusuf mengusap tengkuk bagian depannya seolah mengusap keringat--padahal tengkuk bagian depannya kering. Sementara Kafka malah mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. Karena hari ini mereka sedang liburan, mereka jadi sama-sama mengenakan pakaian santai. Dan entah sebuah kebetulan atau memang bentuk teguran dari Allah Swt. agar segera berbaikkan, yang jelas, tanpa janjian mere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD