"Beneran nggak masalah nih kita pergi berdua gini?" tanya Calvin sambil mengemudikan mobilnya. Dia tentu saja merasa senang bisa memiliki waktu berdua dengan Rara meski sebentar, dia rindu mengobrol dan tertawa bersama. Sudah sangat lama rasanya mereka saling menjalani kehidupan masing-masing tanpa saling bersinggungan. Rara menoleh, dia menganggu dengan senyum lebar. Sejak Calvin jemput tadi, Rara terlihat sangat ceria. Wajahnya secerah masa depan rasanya. "Nggak pa-pa, aku seneng akhirnya bisa jalan-jalan sama kamu. Meski aku sudah nikah, kita tetap jadi sahabat. Makasih sudah selalu ada buat aku, aku nggak bermaksud membawa kamu ke dalam masalahku kemarin." Calvin mengusap puncak kepala Rara. "Nggak pa-pa, aku senang bisa bantu kamu menyelesaikan masalah. Maaf sudah menghubungi Alex

