My Destiny | 61

1666 Words

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di hotel berbintang itu, Syeila tersenyum miris sekaligus kaget bukan main. Sesempit ini ternyata dunia setelah lima tahun bener-bener berpisah tanpa saling menyapa atau sebagainya. Mereka kembali di pertemukan di sebuah tempat yang sama, takdir macam apa ini? "Mama, ayo masuk sekarang! Kita sudah terlambat banget." Vanila menarik-narik tangan Syeila. Benar, Ala itu adalah Syeila. Dan Vanila adalah anak wanita itu. Syeila tersenyum pada putrinya, mengusap puncak kepala anak itu. Vanila yang menjadi jembatan takdir mereka malam ini. Bocah kecil itu yang Tuhan percaya menjadi satu-satunya orang yang diberi kepercayaan untuk kembali menjadi pemersatu dalam kedamaian mungkin? Setelah sekian lama. Apakah keadaan masih sekacau dulu? Syeila kaget, nama Al

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD