Luna keluar dari dalam mobil dengan kepanikan. Begitu saja berjalan cepat meninggalkan Aksa yang menatap sang istri tidak percaya. "Segitu takutnya dia dilihat orang," gumam Aksa lebih pada gerutuan akan sikap Luna. Pria itu menutup sedikit kasar pintu mobil, berniat menyusul Luna. Namun, panggilan dari Jodi menghentikan langkahnya. "Pak! Jangan dikejar. Bu Luna itu ingin menghindar dari bapak. Malah bapak ingin menyusul." "Lagian dia itu kenapa? Bisa-bisanya malu punya suami saya. Padahal kalau itu perempuan lain, sudah pasti akan dengan senang hati memamerkan saya ke sana ke sini." "Tapi Bu Luna kan beda, Pak?" "Iya juga. Dia memang perempuan aneh." "Bapak lebih aneh lagi karena malah tergila-gila pada perempuan aneh." "Kamu berani ngatain saya dan istri saya aneh, Jo? Kamu sudah

