"Udah gue duga lo belum bangun!" Elara berdecak setelah mengatakan itu. Ini hari Sabtu dan telah menunjukkan pukul delapan pagi. Elara sudah berada di apartemen Ardi. Ada beberapa hal yang harus mereka lakukan hari ini dan Ardi masih saja tidur dengan nyenyaknya. Melihat wajah Ardi yang damai itu Elara menjadi tidak tega untuk membangunkannya. Tetapi laki-laki sudah mempunyai jadwal untuk ke rumah sakit nanti jam sepuluh. Elara dengan langkah pelannya mendekat dan duduk di sisi tempat tidur. Melepaskan tas kecil selempangnya yang ia letakkan di atas nakas. Lalu, ikut membaringkan tubuhnya. Kepalanya berada di punggung Ardi—laki-laki itu memang sedang tidur dengan posisi telungkup. "Ardi, bangun. Lo bakalan telat kalo gak bangun sekarang," kata Elara. Kedua matanya melihat k

