Tak akan ada yang berubah

3222 Words

"Sydney."   Kedua matanya terbuka perlahan, mengerjap juga beberapa kali dan yang pertama Sydney lihat adalah wajah Ardi di depannya. Saat matanya sepenuhnya terbuka, Ardi menarik kepalanya menjauh. Terlihat bersandar pada tembok di belakangnya. Lalu, Sydney mengubah posisinya menjadi duduk.   "Lo belum minum obat, kan? Gue juga udah bawain makan buat lo." Arah pandang Ardi mengarah pada nakas di samping tempat tidur. Kepala Sydney menoleh ke arah sana juga, lalu memperhatikan Ardi kembali.   Sydney mengikat rambutnya dengan hati-hati. "Aku tidur udah lama banget ya?" tanya Sydney dan kemudian melihat ponselnya yang kini menunjukkan pukul 09.20 pm.   "Alysa bilang lo tidur dari jam tujuh." Setelah mengatakan itu, Ardi berdeham. Ia diam sebentar, kemudian Ardi melanjutkan, "Sori lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD