Memang tak seutuh kemarin

3096 Words

"Kasih kunci motor kamu ke Mamah."   Ardi menghela napas pelan. Tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Reika malah menyusulnya ke pub di larut malam begini. Mereka sekarang berada di pelataran parkir. Tepat di samping motor Ardi. "Aku mau ngendarain motor aku aja," sahutnya. Saat sudah akan berbalik, lengannya ditarik oleh Reika. Membuat tubuhnya limbung.   "Masuk ke mobil sekarang!" perintah Reika dan langsung merebut kunci motor yang berada di tangan putranya itu.   Ardi membasahi bibir atasnya yang terasa kering. Mengusap wajahnya juga berkali-kali. "I'm not drunk, okay?" Sebisa mungkin meyakinkan Reika. Tetapi tubuhnya berkata sebaliknya.   "Mamah bilang masuk!" Tangan Reika menunjuk ke arah pintu mobilnya.   Mendengar perintah Reika yang telak itu, Ardi tidak lagi bisa memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD