Perihal ingin dan diinginkan

2536 Words

"Aku minta maaf. Aku janji gak akan ngulangin kesalahan itu lagi. Iya sori, ini yang terakhir kali. Sekali lagi, maaf banget."   PIP. Terlihat kini Elara mematikan ponselnya. Wajahnya masih terlihat cemas. Dimas sendiri bingung siapa yang menelpon Elara hingga membuat gadis itu juga seperti ketakutan.   Kafe yang berada di pusat kota di Minggu pagi ini sedang ramai-ramainya dipenuhi pengunjung untuk sekedar sarapan. Dan entah keberuntungan atau apa, Dimas melihat Elara juga di sana. Laki-laki itu juga terus memperhatikan Elara yang duduk sendirian di meja yang tak jauh dari dirinya.   Dan dengan pelan, Dimas menggeser kursi lalu bangkit. Kakinya perlahan mendekat ke arah Elara yang sedang melihat ke arah luar jendela. "Tuan putri sendirian aja nih, pengawalnya mana?" tanya Dimas di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD