"SYDNEY!!!" Teriakan Ardi di dalam ruangan itu membuat Dimas yang tadinya sedang bermain dengan ponselnya di sofa langsung saja melempar benda pipih itu, lantas berlari untuk melihat temannya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. "Alhamdulillah akhirnya lo sadar juga, Ar." Dimas mengucap syukur berkali-kali di dalam hati. Tangannya yang ingin menyentuh tombol di samping nakas—itu untuk segera memanggil perawat, langsung terurungkan saat Ardi bertanya padanya yang dengan berhasilnya membuat Dimas mengernyit. "Sydney di mana, Dim? Dia baik-baik aja kan?" tanya Ardi berkali-kali. Wajah pucatnya terlihat panik. Dimas melihat ke arah sofa, di sana Reza masih saja tertidur dengan pulasnya. "Ar, mending lo diem dulu ya. Gue panggilin dokter dulu." Sesegera mungkin, Dimas menek

