"Kak Ardi!" Mendengar namanya dipanggil, Ardi menoleh ke arah belakangnya. Di sana sudah terlihat Elara yang berdiri dengan memandangnya bingung. Tanpa ingin menoleh lagi, Ardi berjalan mendekat ke arah gadis itu. Dengan menarik ke dua sudut bibirnya sedikit, Ardi meraih tangan Elara dan dibawanya menjauh. "Gak ada apa-apa, kan?" tanya Ardi pelan. Seakan sesuatu yang dilihatnya beberapa menit yang lalu tidak pernah terjadi. Laki-laki itu dengan bisanya bersikap tenang. Seharusnya Elara yang bertanya seperti itu. Kepalanya mendongak sedikit untuk melihat wajah Ardi di sampingnya. Genggaman tangannya mengerat. "Iya, gak ada apa-apa. Lo kenapa sih? Lo kayak abis ngeliat setan tau gak?!" Elara menghentikan laju kaki mereka yang tadinya sedang menelusuri koridor. Ardi mengerjap.

