Kesalahan yang tak terlupakan

2050 Words

"Hei."   Suara Elara langsung terdengar saat melihat Ardi yang baru saja membuka pintu—melihat ke arahnya juga. Gadis itu menurunkan kedua kaki yang tadinya memang ia naikkan ke atas sofa seraya ia peluk. Terlihat begitu memaksakan untuk memperlihatkan senyumannya.   Ardi yang masih terdiam di tempatnya, mengembuskan napas pelan. "Tante Kirana lagi nyariin lo, Elara."   Di jam setengah sebelas malam ini, Elara dengan berhasilnya membuat Kirana begitu khawatir. Gadis itu tidak memberikan kabar ia sedang di mana dan tidak juga pulang hingga di jam yang menurutnya sudah melewati waktu yang sudah Elara janjikan tidak akan ia langgar untuk berada di rumah.   "Gue udah ngabarin mami," sahut Elara pelan. Tangannya mengeratkan selimut tipis tubuhnya itu.   "Kapan?"   "Tadi. Hape gue em

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD