"Ardi?" Sydney langsung terkesiap saat melihat ternyata ada Ardi yang baru saja melangkah masuk dan langsung menjatuhkan dirinya ke atas sofa. Laki-laki itu melempar kunci mobil ke atas meja yang sedari tadi ia genggam kuat-kuat. Dan yang tidak Sydney sangka juga, ia datang jam dua belas malam dan terlihat sangat-sangat berantakkan. "Della, ada?" tanya Ardi memecah keheningan dan melihat ke arah Sydney yang sedang memperhatikan bercak darah di pundaknya. Sydney menggelengkan kepalanya pelan. "Aku.. aku ambil kotak obat dulu sebentar. Kamu jangan ke mana-mana." Setelah mengatakan itu, Sydney meninggalkan Ardi sendiri. Ardi memperhatikan gadis itu hingga punggungnya tak terlihat lagi dalam jangkauan. Mengapa ia harus ke sini? Pertanyaan itu yang muncul di pikirannya sekar

