Satu alasan untuk meninggalkan

2693 Words

"Kita jadi ke Singapore. Ngambil flight pagi. Sampe sana kamu bisa langsung istirahat. Sore sampe malemnya kamu bebas mau ke mana aja. Kamu mau kan, El?"   Elara yang masih memeluk erat lengan Papinya itu langsung melepaskan kedua tangannya dari sana. Elara sudah terlihat begitu cantik dengan balutan off shoulder dress-nya yang berwarna hitam. Malam ini di ballroom hotel, Elara menemani Papinya—Rio, untuk menemui rekan bisnisnya.   "Papi gak bilang bakalan ke sana. Dari awal cuma bilang tiga hari kita bakalan di Bandung." Elara menghalangi Rio untuk berjalan lagi.   "Papi ada urusan mendadak di sana. Papi pastiin kamu gak akan sendirian, ada temen kamu juga," kata Rio dan memeluk pinggang  Elara dan melanjutkan langkah kaki mereka.   "Temen aku?" Elara mendongak untuk melihat papin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD