MH 42

1152 Words

* Alarm di pikirannya menyuruhnya berhenti, tapi tangan dan tubuhnya tak mau berhenti. Terlalu menikmati apa yang dirasakan, terlalu mendamba. Namun... "Kak... Kak Dwika," tubuhnya bergoyang, seketika pening bergelayut. "Kakak sakit?" Suara itu... Sontak Dwika membuka matanya, melirik ke arah kirinya dan melihat Moody dengan wajah paniknya. "Kak Dwika kenapa? Mengerang, melenguh... Tubuh Kakak juga sumeng nih. Duduk dulu, aku ambilin minum." Moody beringsut turun. Dwika menggeleng,"Ng-nggak usah, Moo. Aku nggak apa-apa." Dahinya mengernyit,"Beneran? Kakak mimpi buruk ya?" Dwika menegakkan tubuhnya. Mencoba tersenyum. Padahal dalam hati merutuk sikap bodohnya sampai bisa bermimpi m***m seperti itu dengan Moody. "Aku mau ke kamar mandi dulu," ucapnya seraya bangkit. "Kak...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD