MH 14

1115 Words

* Mereka tertawa bersama saat Ega menceritakan kelucuan sang putra yang memang lagi lucu-lucunya. "Kenzo itu lengket kayak pranko kalo sama Dwika. Udah kayak ke papanya aja," racau Ega. "Bentar lagi, aku pindahan ke Kalimantan, jadi Bunda nggak ada yang nungguin," imbuhnya lagi. "Ajak aja ke Kalimantan," sahut Puri. "Bunda mau ke Kalimantan, tapi dengan syarat udah nikahin anak bontotnya," Ega melirik Dwika. "Apa?" sergah Dwika galak. Puri terkikik geli. Baginya Dwika itu menggemaskan. Dia adik tingkat Dwika saat dulu kuliah. Sayangnya mereka beda fakultas. Puri anak hukum. Sedang Dwika yang suka gambar, malah kuliah manajemen bisnis. Namun tak dinyana mereka dipertemukan sebagai rekanan bisnis. Puri cukup menyayangkannya. "Pur, masih single apa taken sih?" Ega menyikut lengan Pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD