Chapter 3
***
Kamar 2070
Seorang wanita masih terbaring di ranjang rumah sakit,Nora Salinas ya wanita yang masih belum sadar, mommy dan Daddy serta Mona masih setia menemani Nora, air mata mommy nya semakin deras tidak kuat menahan tangisnya melihat sang putri
Seorang wanita setengah baya pun cuma memandang dengan tatapan sinis,dan berkata pada mereka sudah cukup,
Ini semua karena anak kalian andaikan saja anak ku Alvin tidak menikahi anak kalian tentu anak ku tidak akan mengalami kejadian ini,anak ku sudah hilang belum lagi calon cucuku penerus keluarga Anggoro pun harus kehilangan nyawa nya juga, sungguh perempuan sial
Pembwa bencana, cukup Tante jangan menghakimi Kaka ku,Kaka pun sama terpukul, seharusnya Tante sebagai orang tua menjaga sikap ,kata Mona kami pun berduka
Mengalami kejadian seperti ini, karena ini semua sudah takdir,tiada yang bisa menolak
Kata Mona kepada ibu indah sagita Anggoro yang tak lain adalah ibu alvin Anggoro
Kau anak kecil ditak tahu sopan santun kalian semua keluarga pembawa sial, hingga kesialan kalian membawa bencana di keluarga kami,dengar tidak sedikit pun harta warisan anak ku jatuh ke tangan anak sial kalian apa pun,cukup bentak Arya Mahesa ayah dari Nora, membuat ibu indah sagita ibunda Alvin sedikit terkaget mendengar besannya membentak dirinya, nyonya indah sagita yang terhormat
Kami tidak akan menuntut apa pun dari Kalian,mulai hari ini nora anak kami tidak ada hubungannya dengan keluarga Anggoro silakan nyonya angkat kaki dari sini,kata Arya Mahesa, dengan suara keras,bagus itu yang kuharap kan, ibunda Alvin pun berlalu meninggalkan mereka, Handaya ibunda dari Nora Salinas hanya bisa menangis' meratapi musibah yang menimpa putri pertama nya,