1M?

1252 Words

Diana P.O.V Jam digital di dashboard mobilku menunjukkan pukul 08.05 pagi saat aku memasuki basement kantor firma hukum Nasution Law Firm. Langit mendung, udara terasa berat, dan hari ini aku tidak bisa mengandalkan kopi saja untuk membuat mood-ku tetap stabil. Sebuah panggilan masuk ke ponsel sebelum aku sempat turun dari mobil. "Mbak Diana, klien atas nama Adrian Kusuma sudah tiba dan sedang menunggu di ruang rapat A. Katanya ingin bertemu sebelum jadwal mediasi.” Terdengar suara Adi dari seberang. Aku mendesah pelan. “Baik. Bilang padanya aku akan naik dalam lima menit.” Aku memutus sambungan, merapikan rambut di kaca spion, dan menghela napas dalam-dalam. Adrian Kusuma adalah jenis klien yang selalu merasa paling benar, paling paham hukum, dan paling berkuasa. Ironisnya, kasu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD