Sengketa Akhirnya

1333 Words

Diana P.O.V Langkah kaki Sarah terdengar ragu ketika kami memasuki gedung Polres Jakarta Selatan. Tangannya menggenggam erat lenganku, dan aku bisa merasakan tubuhnya sedikit gemetar. Pagi itu udara cukup panas, tapi ketegangan yang menggantung di udara jauh lebih menyengat dari cuaca luar. Seorang penyidik bernama Pak Arief menyambut kami di depan ruang interogasi. “Terima kasih sudah datang, Bu Diana, Ibu Sarah. Sesuai permintaan Anda, kami telah menghadirkan kedua pelaku untuk konfrontasi. Salah satunya baru saja mengakui keterlibatannya kemarin malam.” Aku mengangguk dengan tegas. “Saya ingin semua pembicaraan direkam, dan dicatat secara resmi. Klien saya berhak tahu motif di balik perbuatan mereka.” Pak Arief membuka pintu. Di dalam, dua laki-laki berusia akhir dua puluhan duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD