Curhat Sama Papa

1538 Words

Diana P.O.V Jakarta berpendar dalam cahaya keemasan ketika aku meninggalkan kantor. Senja menjalar pelan, merambat ke atas gedung-gedung tinggi yang memantulkan sinarnya dalam pantulan kaca. Dari jendela mobil, kuamati jalanan yang mulai padat. Aku menyandarkan punggung, membuka sedikit jendela, membiarkan udara sore masuk dan menenangkan pikiranku. Hari ini berat, tapi berhasil. Aku ingin segera pulang. Jasmine pasti sudah menungguku di flat. Seperti biasa, aku menyetir sendiri. Ada ketenangan yang tidak bisa dijelaskan saat aku berada di balik kemudi—seolah aku kembali memiliki kendali atas segalanya. Namun, ketika mobilku melaju di jalan alternatif menuju apartemen, jalur yang biasa kupilih untuk menghindari kemacetan Jalan Sudirman sesuatu terasa tidak beres. Di pertigaan sempit ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD