Weekend, Sulaman, dan Tamu Tak Terduga

1688 Words

Diana P.O.V Pagi itu, sinar matahari menyelinap lembut melalui tirai jendela ruang tengah. Udara dingin dari AC bersaing tipis dengan hangatnya cahaya yang menyapa pipi Jasmine yang masih terlelap. Aku sudah bangun sejak pukul enam. Seperti biasa, ritual pagi dimulai dengan secangkir teh hangat dan sejenak duduk di beranda, menikmati keheningan yang langka di kota yang selalu sibuk ini. “Adi,” kataku sambil membuka layar ponsel. Aku menelpon sekretarisku yang, meski terkadang suka cerewet soal warna lipstik yang kupakai ke kantor, adalah salah satu orang paling bisa diandalkan di Nasution Law Firm. “Halo, Mbak Diana?” Suara Adi langsung terdengar cerah. “Pagi. Maaf ganggu akhir pekanmu.” “Duh, nggak apa-apa, Mbak. Ada apa, ya?” Aku menarik napas. “Kemarin sore mobilku dihadang. Tiga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD