Rasa yang Belum Bernama

1442 Words

Diana P.O.V Pagi itu, udara Jakarta sedikit bersahabat. Tidak terlalu panas, tidak juga lembap. Matahari bersinar teduh seolah ikut menyambut hari yang sudah lama direncanakan: keberangkatan ke Bandung bersama Prestige Hotel. Aku tengah mengenakan atasan linen putih dengan celana khaki yang nyaman saat suara notifikasi ponselku berbunyi. Ternyata dari Mr.Gray. “Selamat pagi, nona pengacara. Hari ini kamu akan menempuh perjalanan. Jaga kesehatanmu dan jangan lupa tertawa. Hari ini akan indah.” Aku diam. Pesan-pesan dari Mr.Gray tak pernah panjang, tapi selalu tepat sasaran. Entah siapa dia sebenarnya. Aku masih belum berani menanyakan identitasnya. Hubungan kami terlalu aneh untuk bisa diberi label. Tidak cukup personal untuk disebut dekat, tidak cukup jauh untuk disebut asing. "Siapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD