Perjanjian Pra-Nikah

1369 Words

Diana P.O.V Pagi ini aku sampai di kantor lebih awal dari biasanya. Jasmine kutinggalkan bersama mama dan mama Justin yang sudah bergantian berjaga sejak tadi pagi. Entah kenapa, aku ingin menyibukkan diri hari ini. Mungkin karena terlalu banyak pikiran soal pekerjaan dan... kehidupan setelah pernikahan nanti. Aku baru saja membuka folder laporan kasus tanah yang sudah dua minggu ini kubimbing, ketika Pak Nas mengetuk pintu dan masuk ke ruanganku dengan secangkir kopi di tangan. “Pagi, Pak,” sapaku sambil mempersilakan beliau duduk. “Pagi, Diana. Saya lihat kemarin kamu sukses lagi di dua sidang sekaligus.” Aku tertawa pelan. “Sukses karena kerja tim juga, Pak. Tapi jujur, ada satu dua kasus yang masih bikin saya bingung.” Pak Nas mengangguk. “Mau kita bahas sekarang?” Aku langsung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD