Papa Siaga

1366 Words

Diana P.O.V Malam mulai turun perlahan, membawa aroma hujan yang sempat membasahi Jakarta sore tadi. Lampu-lampu jalan menyala temaram di balik jendela flat-ku. Aku duduk di pojok sofa dengan Jasmine di pelukanku. Bayi kecilku itu masih rewel, tubuhnya sedikit hangat dan matanya tampak merah karena kurang tidur. Aku mengusap pelan punggungnya. “Sayang… Mama di sini, ya…” Tangisnya mulai mereda, tapi hanya untuk satu menit. Lalu mulai lagi. Justin yang sejak tadi menyiapkan teh dan camilan hangat, langsung duduk di sebelahku. Tangannya menyentuh pundakku lembut. “Aku nggak tega ninggalin kamu sendirian malam ini,” katanya lirih. “Aku nginep ya? Kita jagain Jasmine bareng-bareng.” Aku mengangguk. Aku terlalu lelah untuk berpura-pura kuat malam ini. “Jujur... aku senang kamu ada di sin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD