Diana P.O.V Flat-ku terasa hening. Udara malam mengendap nyaman setelah tawa riuh para sahabatku tadi perlahan memudar bersama langkah mereka yang meninggalkan apartemenku. Isabella, Citra, Elysa, dan Riana akhirnya pulang juga setelah hampir dua jam menyusun "strategi perjodohan" untukku yang tentu saja, tidak berhasil karena aku terlalu sibuk menghalau mereka dari menyematkan label Mrs. Markham di cangkir kopiku. Dan sekarang, hanya ada aku, Justin, dan Jasmine… yang sudah tidur pulas sejak satu jam lalu. Aku duduk di pojok sofa sambil menikmati teh hangat. Justin duduk tak jauh dariku, memandangi bayi mungil itu di dalam boks tidur dengan senyum yang lembut sekali. Lampu redup menciptakan nuansa yang hangat dan sedikit… terlalu tenang. Hati-hati sekali menyingkap rasa yang tersembun

