Diana P.O.V Aku berdiri di depan cermin kecil ruang tunggu Pengadilan Negeri Jakarta Timur, merapikan jubah advokatku. Hari ini adalah sidang pembuktian untuk Hasan, klienku yang menjadi terdakwa dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana proyek. Sudah kukunjungi dia dua hari lalu di Lapas. Aku tahu Hasan bukan malaikat, tapi dia juga bukan penjahat seperti yang coba digambarkan dalam dakwaan. Satu hal yang kupelajari selama bertahun-tahun jadi pengacara adalah… keadilan tak datang sendiri. Ia harus diperjuangkan. Dan itu tugasku hari ini. Aku melangkah ke ruang sidang, menembus barisan wartawan dan mahasiswa magang yang memenuhi lorong. Suara sepatu hakku menggema, dan saat masuk, aku langsung melihat Hasan duduk di kursi terdakwa. Matanya bertemu denganku. Ia menunduk pelan, seolah berk

