aku menitipkan Alika pada guru nya nanti saat pulang sekolah aku akan menjemput nya...
aku meninggal kan sekolah Alika untuk melihat rumah almarhum kakek ku, di sana pak Bram sudah menunggu ku...
sesampai nya di sana aku disambut oleh pak Bram dan satu orang lagi yang belum aku kenal...
" selamat pagi Bu Nabila " ucap pak Bram
" Pagi pak maaf saya terlambat, saya harus antar anak saya ke sekolah dulu " ucap ku
" tidak apa apa Bu, oh ya perkenalkan Bu ini pak Udin yang selama ini mengurus rumah ini " ucap pak Bram
" saya Udin nyonya " ucap pak Udin
" saya Nabila pak Udin, jangan panggil nyonya panggil saja Nabila " ucapku canggung rasa nya di panggil nyonya
" maaf saya tidak berani gimana kalo di panggil non !" ucap pak Udin
" Terserah pak Udin aja deh " ucap ku pasrah
" baik non " ucap pak Udin
" Bu Nabila ini adalah rumah utama kakek anda, masih ada dua rumah lagi, yang satu di Jakarta pusat yang satu lagi di Jakarta Selatan Bu, yang di Jakarta Selatan dihuni oleh sepupu ayah anda Bu Lidia " ucap pak Bram
" selama ini siapa yang mengurus semua nya pak Bram ?" tanya ku
" perusahaan yang mengurus suami Bu Lidia sedan kan semua keperluan rumah dan vila termaksud gaji para pengurus dan pelayan rumah semua nya Bu Lidia sedangkan resto yang baru di bangun di Bali anak Bu Lidia yang urus pak Adnan " ucap pak Bram
" pak Bram urusan pengalihan nama semua aset kakek kapan selesai ?" tanyaku
" sekitar satu bulanan Bu " ucap pak Bram
" oke selama pengalihan nama belum selesai saya minta tidak ada yang memberi tahu mereka Ter maksud para karyawan dan pekerja, jadi saya mohon pada pak Bram dan pak Udin untuk menutupi identitas saya sampai semua nya selesai " ucap ku
" baik Bu, baik non " ucap pak Bram dan pak Udin bersamaan
setelah pertemuan itu aku pergi ke sekolah Alika untuk menjemput nya, sampai di sekolah ternyata bertepatan dengan pulang nya Alika, untung tidak telat kasian anakku kalau telat...
dari sekolah aku mengajak anak ku ke pasar untuk membeli sayuran sengaja aku beli di pasar karna ada ibu mertua ku ke enakan betul dia jika aku beli di super market, andai saja dia tidak sekejam itu pada ku dan anak ku mungkin aku tidak akan seperti ini...
setelah berbelanja aku langsung pulang ke rumah karena tidak tahu lagi mau ke mana dan mau apa...