Bab 2

536 Words
POV. Nabila aku pergi bersama anak ku menggunakan motor pemberian orang tua ku sebelum aku menikah... setelah keributan tadi dengan mas Bowo aku langsung pergi membawa Alika menuju sekolahan yang akan aku daftarkan untuk Alika.... sampai di sana aku langsung mendaftarkan Alika dan ternyata ada bayar uang gedung sebelum sekolah sebanyak lima ratus ribu sedangkan uang tambahan dari mas Bowo hanya dua ratus ribu saja hum mau tidak mau uang belanja aku gunakan... setelah dari sana niatku mau ke pasar untuk membeli sembako dan sayur mayur untuk Setok beberapa hari ke depan... tapi baru saja menaiki motor aku mendapat telpon dari nomor yang tidak aku kenal " siapa ya, coba aku angkat deh siapa tau penting " ucap Nabila " halo selamat siang" ucap orang diseberang sana " iya selamat siang " jawab ku " apa benar ini dengan ibu Nabila anak pak Akbar" tanya orang itu " iya benar, ada perlu apa ya pak ?" tanyaku penasaran " bisa kita bertemu saya ada perlu dengan anda saya Bram pengacara kakek anda dari ayah anda Bu " ucap orang itu " oh oke, dimana kita akan bertemu ?" tanyaku lagi " bisa anda ke kantor saya nanti saya kirimkan alamat nya" ucap nya lagi " baik lah..." ucapku selang beberapa menit aku dapat pesan dalam aplikasi hijau ku pesan dari pak Bram tadi, dia mengirimkan alamat kantor nya... aku pun langsung kesana dengan mengajak Alika, lumayan jauh tempat nya untung aku selalu menggunakan helem SIM dan STNK pun selalu aku bawa jadi aku tidak perlu pulang ke rumah dulu... setengah jam kemudian aku sampai ditempat nya pak Bram, aku langsung masuk kedalam... aku bertanya pada resepsionis disana dan wanita itu menyuruh aku masuk kedalam setelah dia memberi tahu ruangan nya, ternyata pak Bram sudah berpesan pada resepsionis itu... " selamat siang Bu Nabila " ucap pak Bram " siang pak" ucap ku " begini Bu saya mendapat amanah dari kakek anda, ini adalah wasiat dari nya, saat dia tahu bahwa ayah anda telah meninggal dunia dia membuat wasiat bahwa semua harta bendanya semua tabungan deposito perusahaan dan semua properti seperti rumah vila, semuanya dia waris kan kepada anda, karma pak Bram anak tunggal dan anda juga anak tunggal jadi semuanya jatuh ke tangan anda " ucap pak Bram aku sangat terkejut dengan ini semua apa ini semua nyata atau hanya mimpi... " anda sedang tidak bercanda kan, karena ayah saya hanya dari desa pak " ucap ku bingung " sebenar nya ayah anda dulu kabur dari rumah karena tidak mau di jodohkan dan memilih bersembunyi disebuah desa dan di sana lah ayah anda bertemu ibu anda dan memilih menetap di sana dan menutup rapat identitas asli nya" ucap pak Bram " jadi apa yang harus saya lakukan ?" Tanya ku " pertama membalikan semua aset kakek anda menjadi nama anda, begitu pun dengan semua tabungan dan deposito kakek anda anda harus mencairkan deposito itu dan tabungan itu harus anda pindahkan ke rekening anda sendiri, karena kakek anda bilang bahwa sepupu ayah anda sangat ingin menguasai semua aset ayah dan kakek anda, oh ya satu lagi ayah anda pernah menitipkan ini pada saya sebelum dia meng hilang" ucap pak Bram sambil memberikan sebuah tas ke pada ku
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD