POV. Nabila
setelah dari kantor pak Bram aku langsung ke bank yang di bilang pak Bram...
sesampai nya di bank aku langsung mengurus pemindahan tabungan kakek ke rekening baru ku untung tadi aku bawa berkas yang di perlukan karna tadi habis pendaftaran sekolah Alika ...
setelah semua nya beres aku memesan sebuah berangkas yang hanya aku saja yang tau sandi nya....
aku membuat dua rekening yang satu yang aku isi dengan semua tabungan dan deposito dari kakek dan yang satu hanya aku isi seratus juta untuk kebutuhan ku beberapa bulan ke depan, sedangkan tas dari ayah aku masuk kan kedalam brangkas bank begitu pun dengan buku tabungan yang nominal isi nya lebih banyak....
setelah dari bank aku mengajak Alika untuk ke mall terdekat, aku mengajak Alika makan terlebih dahulu karna ini sudah melewati jam makan siang...
kami memilih makan ditempat siap saji aku memesan dua paket makanan untuk aku dan juga Alika...
setelah makan aku mengajak Alika ke super market yang berada di mall tersebut...
aku membeli semua keperluanku dan juga Alika dan juga keperluan ku bahkan aku membeli kosmetik yang selama ini aku ingin beli tapi tidak mampu aku beli, setelah itu aku mengambil berbagai cemilan dan dan makanan yang di ingin kan Alika baru aku ke bagian bumbu sayuran daging ayam dan berbagai lain nya...
setelah dari sana aku langsung pulang karna ternyata hari sudah menjelang sore...
aku pulang mengendarai motor bersama Alika anak ku, sesampai nya di rumah ternyata ada ibu mertuaku sedang menunggu di depan rumah...
" sudah lama Bu ?" tanya ku
" kamu tuh kemana aja sih lama banget, udah numpang keluyuran terus, dasar benalu " ucap ibu mertuaku Bu Ningsih yang kalo ngomong nyelekit bikin hati jengkel setengah mati
" abis mendaftarkan Alika sekolah Bu terus belanja keperluan rumah , terus jalan jalan sebentar di taman sebentar" ucapku sambil masuk kedalam membawa semua belanjaan yang aku beli tadi
" boros banget sih kamu tuh, ini pasti belanja abis banyak kan " ucap nya lagi yang membuat ku sakit kepala
aku tidak menanggapi nya malas rasa nya menanggapi nya, aku menyuruh Alika untuk ke kamar nya, aku tidak memperdulikan ibu mertua ku aku terus membereskan belanjaan ku menaruh nya ke tempat nya...
" kamu habis berapa juta untuk belanja ini semua, dasar benalu bisanya menghabiskan uang anak ku saja, coba bekerja biar tahu susah nya cari uang, dasar gadis desa gak tahu apa kalo cari uang tuh susah dan capek mentang mentang anak ku manajer kamu habis kan semua gaji nya " ucap ibu mertua ku
apa mas Bowo sudah jadi manajer kenapa tidak pernah bilang kalau dia sudah naik pangkat kan gajinya besar kenapa memberiku hanya sejuta untuk makan oh jadi begini mas oke kita lihat saja nanti...
ibu mertuaku masih saja mengoceh,biar pun tidak aku tanggapi tapi lama lama kuping panas juga dengar nya...
dari pada aku pusing mending aku membersihkan diri dan shalat, tapi tidak lupa aku membawa belanjaan kebutuhanku dan Alika begitu pun dengan belanjaan yang enak enak karna aku tahu ibu mertuaku ke sini pasti ingin meminta barang yang bisa dia masak dan dia selalu mengambil daging ayam bahkan naget Alika pun dia bawa, setiap aku larang dia akan tambah mengoceh...
untung ini adalah rumah pemberian orang tua ku jadi dulu aku sendiri yang mengisi barangnya dan aku mempunyai kulkas kecil di kamar untuk persediaan cemilan malam...
ibu mertuaku tidak tahu saja bahwa dulu jabatanku jauh lebih tinggi dari anak nya biarpun aku dari desa tapi pendidikan ku bisa dibilang di atas suamiku...