Bab 4

584 Words
POV. Nabila saat aku keluar dari kamar dan mau memasak ternyata ibu mertua ku masih ada... " kamu tuh ngapain aja sih di dalam kamar, pake di kunci segala lagi " ucap nya kesal aku memang sengaja mengunci nya agar dia tidak masuk... " mandi Bu terus shalat..." ucapku sambil berlalu ke dapur " lama banget, aku mau membawa makanan yang mau aku masak nanti di rumah " ucap nya " ya ambil saja Bu " ucapku sambil mengambil sayur sawi putih dan Tuhu yang aku beli tadi " masa kamu cuman beli sayur doang mana ayam nya, mana daging nya ?" tanya nya " aku gak beli Bu karena uang belanjaku dikurangi sama mas Bowo, dia bilang untuk ngasih ibu uang nya jadi uang belanjaku dipotong jadi sejuta untuk satu bulan " ucapku " alasan saja kamu, ya sudah ini sayur aku bawa semua sama minta mi instan nya juga dan telur juga " ucap nya " jangan semua dong Bu kalo ibu bawa semua terus kamu makan apa mas Bowo pasti akan marah kalo aku gak masak, lagian aku gak punya punya mi dan telur Bu aku belum beli, beras pun cuman tinggal sekali masak lagi " ucap ku sebal " kamu tuh pelit banget sih ya kamu beli lagi lah susah amat " ucap nya enteng banget dia ngomong emang anak nya mau apa ngasih uang lagi " tapi uang dari mas Bowo cuman tinggal buat beli beras aja Bu" ucap ku " ya minta lagi lah sama Bowo " ucap nya " gak akan di kasih Bu " ucap ku kesal tiba tiba ada suara mobil di depan rumah itu pasti mas Bowo, benar saja itu mas Bowo dia langsung menghampiri kami yang sedang berdebat... " Bowo lihat istri mu ini masa ibu mau membawa sayur saja tidak boleh " ucap nya mengadu pada anak nya " Nabila biarkan saja ibu bawa sayur nya kenapa sih pelit banget sama ibu ku " ucap mas Bowo " bukan gitu mas tapi ibu mau membawa semua sayuran nya kalau dibawa semua kita makan apa ?" ucapku " ya beli lagi lah susah amat gaji anakku kan besar karna dia seorang manajer " ucap ibu mertuaku wajah mas Bowo langsung berubah karna ibu keceplosan bilang dia seorang manajer... " oh jadi kamu sudah naik jabatan mas bukan staf biasa lagi ?" tanyaku " iiya... baru beberapa hari " ucap nya terbata bata " kok gak cerita, berarti gaji kamu gede dong kok jatah bulanan ku malah kamu kurangi bukan nya kamu tambahin ?" ucapku lagi " ya suka suka aku lah kan aku yang cape bekerja bukan kamu, jadi terima aja yang aku kasih " ucap mas Bowo " kamu tuh di kasih bukan nya terima kasih malah mengeluh saja, dasar benalu " ucap ibu mertua ku aku sangat kesal dengan mereka rasa nya ingin aku masukkan ke tong sampah lalu aku buang ke laut... " sudah lah percuma bicara dengan dia mending sekarang ibu mau pulang, wo ini semua ibu bawa ya, mending sekarang kamu antar ibu pulang" ucap ibu mertua ku " iya Bu bawa saja, ayo aku antar pulang " ucap mas Bowo " tunggu... oke ibu boleh bawa ini semua tapi mas kembalikan kunci mobil karna itu mobil ku bukan mobil mu dan satu lagi sekalian kamu bawa baju baju mu, aku mau kita pisah " ucap ku sudah sangat kesal dengan mereka mereka sangat terkejut sampai hampir mau keluar itu mata saking kaget nya habis kesel banget aku...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD