Maaf, hati

2146 Words

Nirina melihat kembali jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah sepuluh menit dari waktu istirahat. Tidak biasanya Dion telat datang untuk menyamper ke ruangannya mengajak makan siang. Mengernyit dalam membuka kembali ponselnya. Tidak ada pesan yang menyatakan bahwa tidak ada makan siang bersama hari ini. Apa memang Dion tengah sibuk sampai melupakannya? Bisa saja sih. Hendak pulang, takutnya Dion datang sebentar lagi. Memutuskan menunggu lima menit lagi barangkali pria itu datang. Menahan lapar yang sedari tadi mendera. Menyesal melewatkan makan paginya. Lima menit sudah terlewati. Total lima belas menit menunggu kedatangan Dion. Tapi pria itu tetap tidak kunjung datang. Nirina menghela nafas dan mulai berdiri. Masa bodoh jika nanti Dion ke sini saat dirinya sudah pulang. Terl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD