Nirina disibukkan oleh dua hal. Mengurus izin praktik dan juga mulai terjun langsung pada usaha milik mendiang mamanya yang selama ini menghidupinya. Usaha di bidang pertanian dan peternakan. Hasil dari pertanian dan peternakan tersebut akan menjadi bahan produksi makanan instan juga memproduksi s**u sapi segar yang siap dikirim ke berbagai wilayah. Tidak hanya itu, Diana juga memiliki beberapa rumah kontrakkan dan puluhan kamar kos di kota ini. Nirina perlahan turun tangan untuk mengurusnya. Bukankah ini milik Diana, jadi sebagai anak satu-satunya Nirina berhak mengelolanya. Tidak hanya sekedar memanfaatkan hasilnya saja. Walau sangat berbeda dengan jurusannya, Nirina tetap menikmati dan tanpa lelah belajar dari tangan kanan mamanya yang sudah lebih ahli. “Bang Brian, menurut lu bang, k

