Reina merasa perutnya sakit, dia bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Dia merapihkan rnya yang terbuka. Dion masih tidur di sampingnya, Reina menyentuhnya dan menggoyangkan tubuh kekasihnya itu pelan. “Dion! Dion!” Tidak lama kemudian, Dion benar-benar bangun dan langsung duduk ketika melihatnya kesakitan. “Ada apa sayang? Mau ke toilet?” Reina menggelengkan kepala, “Kurasa kita perlu ke rumah sakit.” Dion langsung melebarkan matanya, seolah terhipnotis dengan kata-katanya Dion langsung bangun dan mempersiapkan tas untuk di bawa ke rumah sakit. Sedikit banyak dia merasa senang dengan sikap cepat tanggap Dion untuk mengurusnya. “Beri aku waktu lima menit dan kita siap ke rumah sakit.” Reina mengangguk, dia menaruk dna menghembuskan napasnya dengan teratur. Perutnya masih terasa

