Azzam pulang saat sudah pukul sembilan malam. Dia harus kembali ke rumah sakit untuk menemani Reina yang sedang di rawat. Nadhifa hanya mengantar sampai pintu dan tidak menemaninya sampai ke tempat parkir. Dia kembali menutup pintu, Nadhifa benar-benar tidak tahu harus melakukan apa dia seperti terjebak di labirin yang tidak memiliki jalan keluar. Sedangkan dia sudah lelah terus menerus berkeliling untuk mencari tempat nyaman yang bahkan tidak ada untuknya. “Hei, putri galau?” Nadhifa menoleh ke balkon sebelah, di sana ada Senja yang sedang duduk-duduk menikmati minuman hangat. “Sejak kapan kamu ada disitu?” “Sejak satu jam tadi, terus kamu tiba-tiba datang dan merusak pemandangan.” Balas Senja bercanda. Nadhifa menoleh kebelakang, “Memangnya kamu sedang lihat apa. Di belakang tidak

