Nadhifa bangun lebih dulu untuk melaksanakan shalat subuh, dia melihat Azzam masih memeluknya. Raut wajah suaminya itu terlihat lebih tenang dari pada semalam. Dia membelai kepala Azzam sayang, suaminya itu mungkin merasakan apa yang dia rasakan dulu saat melihat dia dan Reina. Rasa sakit yang sangat tidak tertahankan dan membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Dia memutuskan untuk membangunkan Azzam untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.Setelah itu mereka kembali berbaring. “Mas?” Azzam menoleh, dia melihat Nadhifa sangat nyaman berbaring di lengannya. “Iya?” “Nanti siang jadi ke rumah Bapak?” tanya Nadhifa. Azzam mengangguk, “Tentu saja. Nanti kita singgah beli oleh-oleh di jalan. Buat keluarga yang lain.” “Boleh, tadi Nadi baru mau bilang begitu. Nggak enak ke rumah Bapak kal

