Pricilla tersenyum mendengar perkataan ibunya. Jujur saja, gadis itu masih terlalu takut hidup tanpa malaikat tanpa sayap itu. Pricilla hanya bisa membayangkan, terlihat begitu berat. Pricilla saja bisa bertahan hidup dengan alasan adanya seorang ibu di sampingnya. “Ma, suatu saat nanti, apa aku akan kuat hidup sendiri. Ya, seperti yang Mama katakan.” Pricilla memeluk ibunya erat. “Bisa. Ada dua perkara yang harus kamu tahu. Dua hal yang selalu mama pegang kuat-kuat. Pertama, kamu harus punya sebuah tujuan dalam hidup. Jangan menjadikan dirimu tumbuh tanpa ada arah yang jelas.” Wanita itu beranjak dari duduknya, melangkahkan kaki menuju kamar. Pricilla masih penasaran dengan apa yang disampaikan oleh ibunya. Gadis itu menganggap penyampaian ibunya begitu tanggung dan harus selesai den

