Perseteruan Sekutu

1056 Words

Geng luoiji berkumpul di salah satu titik taman di sekolah. Mereka saling menatap sinis satu sama lain. Bukannya mulai membahas lebih lanjut, mereka saling cuek. Pricilla sendiri hanya bisa menelan ludah sendiri, tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Lima menit kemudian, mereka masih saling mendiamkan. Tidak ada satu pun yang mengajak berbicara. Bahkan, tidak ada pula yang memberikan masukan. Pricilla merasakan kesal akibat itu. Dia pun mulai pembicaraan. “Maaf kalau aku ada salah. Maaf tidak tanggung jawab sama hukuman itu. Kalau memang aku harus bertanggung jawab, ya, sudah biar aku selesaikan sendiri.” Pricilla mengambil tas ransel, hendak kembali ke kelas. Baru saja turun dari sebuah gazebo. Dia dipanggil oleh Anara. “Pris ... Tidak bisa seperti itu.” “Maunya seperti apa? Sek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD