Sesampainya di rumah, Pricilla masuk ke kamar. Melihat ke arah jam dinding yang ada di kamarnya masih cukup waktu untuk membersihkan diri. Dia bergegas mengambil handuk, masuk ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, Pricilla duduk di sebuah meja riasnya. Menyisir rambut dan mengeringkannya. Cuaca yang lumayan dingin menumbuhkan rasa kantuk pada diri gadis itu. Tambah lagi, badan yang terasa pegal-pegal begitu mendukung untuk memejamkan mata. Pricilla melangkah ke ranjang, membaringkan diri sembari memainkan ponselnya. Tak terasa mata gadis itu telah terpejam manis. Tidurnya ditemani dengan angin malam yang berhasil melenggang melalui ventilasi. Tak hanya itu, Pricilla pun mendekap boneka sebagai penambah kehangatan. Tidak lama kemudian, terdengar suara kaki melangkah yang semakin jela

