Beberapa jam kemudian, Pricilla masuk ke kamar. Merebahkan diri, mengistirahatkan fisik dan pikirannya. Dia meraih selembar tisu yang ada di meja, sebelah ranjang. Mengusap wajah yang terasa tidak nyaman. Pricilla memainkan ponselnya. Menghibur diri dengan memutar lagu dari Nadin Amizah. Lagu belum selesai, dia sudah terpejam. Tidur yang semula pulas, kini terasa diganggu oleh sebuah mimpi yang tidak mengenakkan. Sampai-sampai mimpi itu terbawa di dunia nyata, Pricilla terjatuh dari ranjang. “Astaghfirullah,” katanya sembari mengelus kepala yang terasa sedikit nyeri. Bangkit dari lantai, duduk di depan cermin besar. Melihat di bagian dahi sebelah kanan sudah membenjol besar. Pricilla mengoleskan minyak di dahinya. Berharap ada perubahan dari benjolan itu. Tapi, dia malah merasakan ny

