Ruang Ramai

1121 Words

Pricilla sudah siap dengan pakaian sekolah. Duduk di ruang makan menikmati menu sarapan yang disediakan oleh ibunya. Dia menghabiskan waktu lima belas menit saja, mengambil tas ransel, tapi hujan melanda. Sehingga, menyusahkannya yang harus segera pergi ke sekolah. “Tunggu sebentar lagi, lagi pula masih pagi,” kata ibunya yang sedang menyiapkan dua kantong plastik. “Pris, rumahnya kan dekat sekolah, apa diantar pagi ini saja?” Pricilla mengangguk lalu meneguk dua kali s**u dari gelasnya. Dia mengusap bibir yang masih ada sisa-sisa makanan. Tiba-tiba saja, Pricilla teringat dengan anak-anak jalanan. Apakah mereka sudah sarapan? Tidak lama, hujan sudah reda. Mereka berangkat dengan naik tukang ojek. Mampir ke rumah pemesan donat kering, kemudian melanjutkan pergi ke sekolah. Sedangkan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD