Pricilla tengah duduk di sudut kamar. Menikmati pikirannya yang masih dibayangi oleh bisnisnya. "Pris, aku ada informasi soal bisnis," kata Anara sambil menunjukkan salah satu unggahan di sosial media milik pemerintah daerah. Pricilla menatap ke ponsel itu. Matanya fokus membaca setiap kata yang tertulis di sana. "Susah, mahal juga modalnya," katanya sambil mematikan benda berbentuk pipih tersebut. Anara meraih pundak Pricilla untuk memberikan sebuah dukungan. "Optimis saja. Kegiatan ini salah satu langkah buat mengenalkan produk kamu lebih luas lagi, loh." "Lalu, bagaimana sama konten itu?" "Astaga, konten gampanglah. Dikerjakan setelah acara ini selesai juga bisa. Setidaknya, kamu bisa mengenalkan produk secara langsung di acara sebesar itu. Apalagi, program ini juga diadakan u

