"Ada apa lagi, sih Ra?" tanya Pricilla sambil turun dari motor. Kemudian, mendekat ke arah Anara mengamatinya. Anara membalas tatapan Pricilla dengan tersenyum puas. "Gak ada, ngapain malah turun. Nih, kunci masih ada di saku celana, tadi." "Hmm, astaga, Ra. Maumu apaan?" "Hei, jangan marah. Sudah, ayo, naik lagi." Pricilla kembali naik ke sepeda motor. Dua detik setelah itu, Anara mengemudikan sepeda motor dengan kecepatan sedang. Dia tidak berani menjalankan kendaraan dengan cepat-cepat, sebab jalanan yang masih becek. "Ra, kamu mah cari perkara doang," celetuk Pricilla ketika sepeda motor berbelok ke kanan, di sebuah perempatan jalan. "Ngapain sih daftarkan ke acara itu?" "Diam dulu, nanti saja pas di rumah bahasnya," balasnya lalu menambah kecepatan sepeda motor agar cepat sa

