Kegelisahan

1175 Words

Saat ini aku sedang berada di sebuah pusat belanja. Kali ini, aku pergi sendiri, sebab Anara masih tidak enak badan sejak beberapa jam yang lalu. Baru saja kakiku berdiri tegak di depan rak jajanan, tiba-tiba Anders datang di belakang. “Hai, ketemu di sini,” katanya sambil bergeser ke kanan dan mengambil satu bungkus keripik pisang. “Tumben, mau liburan ke mana?” ledek Pricilla tanpa menatap ke arah Anders. “Oh iya, apa ada yang datang untuk menyelesaikan hukuman?” “Enggak ada. Menurutmu enaknya bagaimana?” “Kerjakan di sekolah saja. Mau enggak mau itu harus diselesaikan segera.” Pricilla beranjak dari tempat itu bergeser beberapa langkah untuk mencari makanan ringan yang lainnya. Tentu saja, dia memikirkan keberadaan Anara di rumahnya. “Bukannya kamu enggak suka permen?” tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD