FELLY Pertengkaran selalu menjadi bumbu dalam setiap hubungan. Dua isi kepala tidak mungkin sama, perbedaan pendapat menjadi hal yang wajar. Tetapi bukankah tidak ada asap kalau tidak ada api? Semua permasalahan ada sebab dan akibat. Seperti halnya sikap Reza semalam. Entah kenapa aku merasa terabaikan kembali, aku sadar aku belum seratus persen mengenal kepribadiannya. "Kenapa lagi?" interupsi dari Doni membuyarkan lamunan yang masih bertambat pada Reza. Aku mengendikan bahu dan memilih untuk menyantap hidangan yang sejak tadi aku anggurkan. "Lagi galau, tapi makannya banyak. Baper emang bisa bikin laper ya, Fel?" Aku mengangkat kepalaku sambil mengunyah makanan dalam mulut. "Gue juga manusia, butuh makan kalo laper," ketusku. "Yah, baper beneran lo!" Doni mencibir. "Gue heran, umur

