Part 13

1616 Words

REZA Pikiranku berseliweran tentang apa yang baru saja Felly katakan tadi pagi. Otakku seketika buntu ketika dengan senyum manisnya Felly bercerita tentang pertemuannya dengan Shafira dan ketertarikkannya pada Sesha. Oh Tuhan, ekarang aku harus bagaimana? "Jujur, nggak. Jujur, nggak. Jujur, nggak." Aku mengetuk-ngetukan jariku di atas meja kerja. Ketukan di pintu membuyarkan semua lamunan, ternyata yang masuk Lily asistenku yang sudah dua tahun ini bekerja dengan baik dan apik bersamaku. "Ada apa, Ly?" "Maaf Pak, sekretaris perusahaan Bahtiar tadi menelpon, beliau bilang pertemuan diubah menjadi pukul 13.30, Pak. Apa bapak tak keberatan?" Aku menimang sebentar, kalau pertemuan jam setengah dua nanti, berarti aku bisa menemui Felly pas jam makan siang. Ah baiklah. "Tidak, Ly. Kamu a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD