Sesha, gadis cantik itu sudah mencuri perhatianku sejak dia menangis di supermarket. Dia cantik, manis dan cerdas. Sayang setelah percakapan ringan tadi bersama Mamanya, mereka lebih dulu selesai berbelanja. Setelah kurasa semua yang kubutuhkan sudah berada dalam troli, aku segera menuju kasir. Menjumlah dan membayar belanjaanku. Aku membuka pintu belakang mobil dan menaruh belanjaanku di sana. Kemudian kuhempaskan tubuh ini di kursi kemudi, dengan tangan yang mengusap peluh di dahi. Segera aku menjalankan mobil ini takutnya Kak Shira menungguku lama. Baru sebentar mobilku melaju, mataku menyipit ketika melihat dua orang yang baru saja ku kenal sedang berdiri di pinggir jalan. Kuhentikan mobilku sejenak, dan membuka kaca mobilnya. "Mbak, belum pulang?" tanyaku. Mbak Shafira terlonjak

