Pagi ini sama seperti pagi-pagi sebelumnya, setelah selesai shalat subuh berjamaah. Aku beranjak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sementara Reza jogging keliling komplek sebelum berangkat ke kantor. "Lagi apa?" Suara interupsi datang dari belakang. Aku melirik sejenak Reza yang sedang mengelap keringat dengan handuk kecil. "Kelihatannya?" tanyaku gemas. Sudah tahu lagi buat s**u malah tanya. Gelas yang ku pegang hampir jatuh ketika tangan kokoh Reza memeluk erat perutku. Astaga ini kebiasaan barunya setelah menikah. "Ih..." aku menggeliat mencoba melepaskan diri. "Lepas gak? Ini, aduh, dadan kamu lengket gini. Jorok deh kamu," gerutuku kesal. Menyimpan kembali gelas berisi s**u itu ke pantry. "Lengket juga kamu suka," gumamnya. Aku mendengus pelan. "Suka dari mananya? Aku udah m

