Part 20

1724 Words

Pagi ini menjadi awal petualanganku di kota dengan ikon Menara Eiffel ini. Kemarin sore, sehari setelah surprise sederhana yang diberikan Reza, kita sampai di Paris. Senyumku mengembang dengan satu tarikan napas panjang, menatap jauh ke luar jendela hotel. Udara segar Paris menelusup ke dalam pori-pori kulit menghasilkan rasa segar dan nyaman yang luar biasa. Kini pandanganku tertuju pada Reza yang masih terlelap dengan dengkuran halus dan napas teratur. Oh ya ampun, aku bahkan lupa kalau saat ini aku memakai kemeja Reza yang begitu longgar di tubuhku. Perlahan aku menyeret tubuhku mendekatinya, mengelus pelan rahang kokohnya dan wajah tampannya yang selalu membuatku terpana. "Za?" panggilku pelan. Not respon. "Reza?" panggilku gemas. Dan dia hanya menggeliat kecil. Astaga! "Sayang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD