Baru saja aku keluar dari kamar mandi. Mataku melihat Reza yang sedang fokus pada laptop-nya sambil sesekali menyesap green tea di meja makan. Perlahan dengan hati-hati aku menghampirinya. Jangan heran, usia kandunganku sudah sembilan bulan. Ya sebentar lagi, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu. Hamil tua, menyebabkan cara berjalanku menjadi lebih hati-hati ditambah kram perut dan pegal pada punggung sering aku rasakan. Kata dokter itu hal biasa. Beruntung, Reza memindahkan kamar kita dari lantai atas ke lantai bawah. Kasihan kalau harus lihat aku kelelahan karena naik turun tangga, katanya. "Lagi ngapain? Serius banget wajahnya?" tanyaku mengusap bahu kokohnya. Dia menoleh dan tersenyum. "Aku lagi nyari referensi nama-nama bayi," jawabnya, kemudian bangkit dan menarik kursi di

