Part 28

1756 Words

Felly Aku berdecak kesal saat membuka pintu kamar. Jam dinding sudah menunjukan pukul setelah sepuluh pagi, tapi suami tercinta masih saja bergelut dengan alam mimpinya. Padahal subuh tadi dia yang membangunku untuk shalat, dan sehabis shalat dia malah kembali tidur. Dasar pelor! Mentang-mentang hari libur. Perlahan aku merangkak naik dan duduk di sampingnya. Mengamati wajah damai Reza yang terpejam disertai dengkuran halus. "Za." "Reza!" Masih tidak ada respon. "Reza. Bangun dong!" Aku menepuk-nepuk pipinya. "REZA BANGUN!!!" teriakku kesal sambil mencubit pipinya. "Apa sih, sayang? Masih ngantuk ini." gumamnya malas tanpa sedikit pun membuka mata. "Aku mau jalan-jalan!" Akhirnya mata dia terbuka walau menyipit. "Jalan-jalan ke mana? Mending di sini aja temani aku tidur." katanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD